3 Fakta Mengapa PSS Sleman Terdegradasi dari BRI Liga 1 2024 / 2025

Ditulis pada 2025-05-26 05:59:24 oleh jamterbang Team

PSS Sleman memulai musim dengan start yang kurang meyakinkan, mengalami tiga kekalahan beruntun. Ditambah lagi, mereka harus menanggung hukuman minus tiga poin dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi tersebut terkait dengan pengaturan skor antara tim Elang Jawa dan Madura FC di Liga 2 musim 2018. Bayangkan saja, karena hal ini, PSS mulai kesulitan dari dasar klasemen dengan poin negatif.

Masih belum cukup dengan sanksi pengurangan poin, PSS juga terpaksa menjadi tim tamu karena markas mereka, Stadion Maguwoharjo, tengah direnovasi. Sebagai upaya untuk bangkit, manajemen PSS telah melakukan berbagai langkah, termasuk mengganti Pelatih dari Wagner Lopes menjadi Mazola Junior.

Performa tim sempat meningkat di bawah asuhan Mazola Junior, namun setelah itu, PSS kembali merosot dan mengalami empat kekalahan beruntun. Bahkan setelah pergantian pelatih dengan Pieter Huistra, mereka masih mengalami kesulitan dalam mencetak gol dan meraih kemenangan. Pemain depan seperti Hokky Caraka, Nicolao Cardoso, dan Gustavo Tocantins juga kerap gagal menunjukkan performa terbaik mereka.

Di akhir musim, Gustavo Tocantins berhasil menjadi top scorer PSS dengan torehan 16 gol, meskipun mencetak gol-golnya di paruh kedua kompetisi. Sementara itu, Nicolao Cardoso dan Hokky Caraka juga mengalami kesulitan dalam mencetak gol, yang berdampak pada kemampuan PSS dalam meraih poin maksimal.

Dari cerita di atas, dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor seperti hukuman pengurangan poin, pergantian pelatih, dan kurangnya produktivitas striker telah berkontribusi pada degradasi PSS Sleman dari BRI Liga 1. Semoga di musim berikutnya, PSS dapat bangkit kembali dan menunjukkan performa terbaik mereka.

Sumber inspirasi: Bola

3 Fakta Mengapa PSS Sleman Terdegradasi dari BRI Liga 1 2024 / 2025 - Gambar Asli

powered by jamterbang.com