Trump baru aja ngelakuin tes fisik pertamanya di periode kedua, dan hasilnya bikin heboh. Menurut dokter Trump, dia punya tinggi badan 6'3" dan berat 224 lbs, dan katanya punya "kesehatan fisik dan mental yang baik". Salah satu tes yang dia lakukan adalah tes kognitif Montreal Cognitive Assessment (MoCA) dan hasilnya... juara! Dia dapet 30 dari 30 poin, dan tentu saja, dia bangga banget sama itu.
Udah gitu, Trump bilang dia udah ngelakuin tes ini tiga kali. Trus bilang, "Tes ini gampang buat gw. Enggak susah." Serius bro, tes kognitif tujuan utamanya adalah ngecek apakah kemampuan otak lagi menurun atau enggak. Gak ada 'nilai tertinggi' di tes ini kayak di ujian sekolah. Nggak ada belajar matematika atau fisika.
Bayangin aja, ada yang bercanda, "'Sir, ini nilai tertinggi sepanjang masa!! Kamu yang pertama kali bisa mengidentifikasi jerapah dan menggambar jam!!'" Netizen pun merespon dengan penuh celaan, "Kok dia kyknya ngerasa MoCA ini ujian masuk fakultas kedokteran sih?"
Oh ya, nggak cuma skor sempurna di tes kognitif aja yang bikin Trump bangga. Dia juga bercerita tentang tes ini di tahun 2020, dan salah satu pertanyaan yang dia contohkan adalah harus ngingetin dan mengulang lima kata dalam urutan yang sama. Dan akhirnya terciptalah frasa legendaris: "Orang. Wanita. Pria. Kamera. TV." Pada akhirnya, Trump bilang, "Coba deur. Siapapun nggak bakal bisa ingetin kata-kata itu."
Tapi sebenernya, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita Trump ini? Sejauh ini, Trump masih mengira tes kognitif itu ujian kecerdasan yang menentukan seberapa pintar dirinya. Belum juga kenal bedanya, padahal tes ini tujuannya cuma untuk ngecek apakah dirinya lagi mengalami penurunan kognitif. Mungkin kita belum benar-benar paham akan pentingnya tes kognitif nih.
Jadi, daripada merasa paling pintar, mungkin lebih baik fokus untuk memahami apa sebenarnya tes kognitif itu, siapa tahu kita bisa belajar banyak dari situ.
Sumber inspirasi: Yahoo Entertainment
powered by jamterbang.com