Caffeine di Dalam Darah Bisa Mempengaruhi Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes, Studi

Ditulis pada 2025-05-11 14:43:28 oleh jamterbang Team

Caffeine di Dalam Darah Bisa Mempengaruhi Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes, Studi Ungkap

Buat kamu yang suka ngebut pagi-pagi dengan secangkir kopi, mungkin ada kabar menarik nih. Studi terbaru tahun 2023 menunjukkan bahwa kadar kafein di dalam darahmu bisa memengaruhi jumlah lemak tubuh yang kamu bawa, yang pada akhirnya bisa menentukan risiko kamu terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Para peneliti dari Institut Karolinska di Swedia, Universitas Bristol di Inggris, dan Imperial College London di Inggris menemukan hubungan yang lebih pasti antara kadar kafein, Indeks Massa Tubuh (BMI), dan risiko diabetes tipe 2 menggunakan penanda genetik.

Caffeine di Dalam Darah Bisa Mempengaruhi Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes, Studi Ungkap - caffeine 1

Menurut penelitian ini, Minuman berkafein tanpa kalori bisa dijadikan opsi untuk membantu menurunkan kadar lemak tubuh. Peneliti menulis dalam makalah mereka yang dipublikasikan pada Maret 2023, "Konsentrasi plasma kafein yang diprediksi secara genetik terkait dengan BMI yang lebih rendah dan massa lemak tubuh keseluruhan." Mereka juga menemukan bahwa kadar kafein yang lebih tinggi di dalam darah terkait dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Sekitar separuh pengaruh kafein pada risiko diabetes tipe 2 diperkirakan melalui pengurangan BMI.

Studi ini melibatkan data dari hampir 10.000 orang dari basis data genetik yang ada, dengan fokus pada variasi di atau dekat gen-gen tertentu yang diketahui terkait dengan kecepatan penguraian kafein. Secara umum, orang dengan variasi yang mempengaruhi gen-gennya – yaitu CYP1A2 dan gen yang mengaturnya, yang disebut AHR – cenderung menguraikan kafein lebih lambat, sehingga kafein bisa tetap berada di dalam darah lebih lama. Namun, mereka juga cenderung minum kafein lebih sedikit secara umum.

Meskipun ada hubungan signifikan antara kadar kafein, BMI, dan risiko diabetes tipe 2, tidak ada hubungan yang muncul antara jumlah kafein di dalam darah dan penyakit kardiovaskular termasuk fibrilasi atrial, gagal jantung, dan stroke. Penelitian sebelumnya telah mengaitkan peningkatan konsumsi kafein yang moderat dengan kesehatan jantung yang lebih baik dan BMI yang lebih rendah, dan penelitian ini menambahkan detail lebih lanjut terkait efek kopi pada tubuh.

Penting untuk diingat bahwa dampak kafein pada tubuh tidak selalu positif, sehingga perlu hati-hati dalam menimbang manfaat minum kopi – namun studi terbaru ini adalah langkah penting dalam menilai seberapa banyak kafein yang ideal. "Uji coba terkontrol secara acak diperlukan untuk menilai apakah minuman berkafein tanpa kalori dapat berperan dalam menurunkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2," kata epidemiolog genetik University of Bristol Benjamin Woolf.

Sebuah versi sebelumnya dari artikel ini dipublikasikan pada Maret 2023. Psikedelik Dapat 'Merestart' Sel Otak untuk Mengurangi Konsumsi Alkohol

Psikedelik Bisa 'Merestart' Sel Otak dalam Gangguan Mood dan Kekebalan

Ilmuwan Temukan Mutasi Genetik yang Terkait dengan Butuh Tidur Lebih Sedikit

Sumber inspirasi: Yahoo Entertainment

Caffeine di Dalam Darah Bisa Mempengaruhi Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes, Studi Ungkap - Gambar Asli

powered by jamterbang.com